Table of Contents

Adilkah Tuhan

Adilkah Tuhan

Adilkah Tuhan

Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengubah keadaan yang ada pada dirinya. Yang membedakan hasilnya adalah CARA tiap manusia untuk mengubahnya. Ada yg memilih bekerja keras dengan penghasilan yang pas-pasan dan ada yang memilih cara kerja cerdas dengan penghasilan yang besar. Keadaan kita hari ini adalah hasil dari tindakan kita di masa yang lalu. Untuk mengubahnya, diperlukan suatu CARA yang sesuai dengan tujuan hidup kita. Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, berkata: “Orang yang ingin mengubah keadaan dirinya tetapi melakukan hal yang sama adalah orang GILA!” Seharusnya, apabila menginginkan perubahan dalam hidupnya maka ia harus mengubah CARA yang selama ini dilakukannya. Untuk menjadi sukses, tidak mutlak perlu pendidikan yang tinggi. Yang amat diperlukan adalah sebuah keinginan yang kuat, cara yang tepat, serta selalu belajar tiap menghadapi masalah. Siapa bilang lulusan SD tidak bisa kaya? Jika si lulusan SD mau belajar untuk mengembangkan caranya maka ia akan sukses. Misal ia adalah seorang pedagang bakso ketika berusia 15 tahun, selama berjualan bakso ia mengalami berbagai masalah yang menghadang. Namun karena keinginan yang kuat maka ia belajar untuk memperbaiki cara berjualannya, ia mulai melakukan perbaikan terhadap warung baksonya dan melakukan inovasi-inovasi sederhana namun berkesan terhadap usahanya. Alhasil, usaha yang dilakukannya dengan penuh pembelajaran selama 10 tahun membuahkan hasil yang luar biasa; ia mampu memiliki cabang dari warung bakso dimana-mana dalam usia 25 tahun. Sedangkan yang melanjutkan kuliah hingga S-1 di usia 25 tahun baru saja wisuda dan belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai. CARA mencari rezeki inilah yang menyebabkan perbedaan; jangan menyalahkan takdir. Karena Tuhan menyerahkan itu kepada manusia. Perhatikan CARAnya dan perbaiki selalu CARAnya. Mereka yang kaya adalah yang mengetahui cara untuk menjadi kaya. Kita harus segera belajar untuk mengetahui caranya. Kaya bukan sebuah keinginan melainkan keHARUSan, agar kita bisa memberikan manfaat lebih banyak kepada orang lain. Dan apabila kita yang lebih dulu mengetahui CARA untuk menjemput rezeki, maka kita harus membantu orang lain (yang belum mengetahui cara untuk menjemput rezeki) dengan menjemputkannya melalui CARA kita dan menyalurkan hak mereka melalui zakat kita.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/