Belajar Sejarah Bentuk Masyarakat Anti Hoaks

Belajar Sejarah Bentuk Masyarakat Anti Hoaks

Belajar Sejarah Bentuk Masyarakat Anti Hoaks

Sejarah merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan telah direkontruksi

dengan sumber-sumber serta fakta-fakta yang valid.

Ketua Program Studi Sejarah FKIP Uhamka

, Dr. Rudy Gunawan, M.Pd., menjelaskan peristiwa yang bersejarah tidak akan terulang kembali. Namun rangkaian sejarahnya bisa saja terjadi lagi pada waktu tertentu.

“Misalnya kemerdekaan Indonesia terjadi pada Jumat, 17 Agustus 1945 saat bulan Ramadhan. Nah peristiwanya tidak akan terulang lagi, tetapi waktunya mungkin bisa terjadi kembali dengan jangka waktu yang lama,” katanya dalam Bincang Pendidikan di Radio Dakta, Kamis (29/8).

Menurutnya, sangat penting anak Indonesia belajar sejarah agar mampu menjadi pembelajaran

sehingga peristiwa yang buruk tidak terulang kembali. Dengan mempelajari sejarah, masyarakat akan semakin bijak berperilaku sehingga tidak gampang termakan isu hoaks.
“Belajar sejarah itu penting, tidak kalah pentingnya dari ekonomi, kimia, dan lainnya. Dengan belajar sejarah orang akan semakin bijak dalam berperilaku,” ucapnya.

Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Uhamka mengajarkan para mahasiswanya

tidak sekadar konteks ilmu sejarahnya saja tetapi juga cara menjadi seorang sejarawan yang memliki wawasan yang luas dan membawa manfaat.
“Jadi dikemas cara penyampaiannya secara asik dan tidak menjenuhkan. Karena sebenarnya sejarah itu dekat dengan kehidupan kita yang disebut sejarah lokal,” jelasnya.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di Uhamka dididik agar gemar membaca buku karena itu akan menambah wawasannya menjadi lebih luas.
“Belajar sejarah itu bukan menghafal melainkan memahami substansinya sehingga tahu secara keseluruhan tentang peristiwa sejarah itu,” ujarnya.