Bencana Alam Akibat Bencana Sosial

 

Bencana Alam Akibat Bencana Sosial

Bencana alam akhir-akhir ini kian sering terjadi di sejumlah daerah

Di Bogor belum lama ini musibah angin puting beliung memporak porandakan sebagian wilayah kota hujan. Banyak pihak yang menggabungkan antara sisi ilmiah dan juga agama.

Walikota Bogor Bima Arya menyebut

Tidak bisa dipungkiri bahwa berbagai bencana juga berawal dari kemaksiatan manusia atau bencana sosial. Bahkan, dampak dari bencana sosial bisa lebih dahsyat karena korbannya tidak bisa dipastikan. Berbeda dengan bencana alam yang bisa kita hitung korban jiwa, bangunan rusak, kerugian, dan sebagainya.

“Dari sekian bencana yang menimpa, penting bagi kita untuk selalu bermuhasabah dan introspeksi diri. Dalam setiap bencana pasti ada pesan dari Allah SWT,” ungkap Bima Arya di sela penyerahan insentif bagi para guru ngaji di Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Utara, Selasa (18/12/2018). kata kata motivasi bahasa inggris untuk pelajar

Ia menambahkan

Sering kali bencana alam yang terjadi berkaitan dengan bencana sosial yang juga terjadi di masyarakat. “Tawuran, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras (miras), Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT), prostitusi online dan yang lainnya merupakan bencana sosial. Adanya kemaksiatan karena adanya pembiaran sehingga Allah SWT menghukum kita. Itulah yang terjadi di banyak tempat, karenanya jangan sampai itu terjadi,” jelas Bima.

Untuk itu

Bima berpesan kepada para aparatur wilayah agar selalu memonitor wilayahnya jangan sampai ada pembiaran kemaksiatan atau bencana sosial. “Karena semua akan bertanggung jawab di akhirat kelak, manfaatkanlah kekuasaan yang diamanahkan untuk kemaslahatan warga, mari kita pastikan tidak ada pembiaran kemaksiatan yang terjadi,” terangnya.

“Dengan bekal ilmu yang dimiliki kita semua bisa bersinergi, bapak ibu bisa melakukan edukasi atau tarbiyah sebagai langkah preventif dan preemtif menggembleng para generasi muda Kota Bogor dengan bekal ilmu agama yang dimiliki agar mereka menjadi generasi yang religi, peduli dan berkarakter,” pungkas Bima.