Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual
By: Date: April 15, 2020 Categories: Kesehatan

Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual

Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual

            Bentuk-bentuk pelecehan seksual sangat beraneka ragam, tidak hanya berupa sentuhan fisik, tetapi juga berupa tindakan non fisik. Adapun bentuk-bentuk pelecehan seksual antara lain sebagai berikut:

  1. Bersiul nakal untuk menarik perhatian lawan jenis.
  2. Menunjukkan gambar-gambar ataupun video yang bersifat porno baik berupa majalah porno, gambar porno, video porno dan lain sebagainya kepada orang yang tidak menyukainya.
  3. Memandang bagian-bagian tubuh tertentu lawan jenis yang tidak seharusnya yang membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.
  4. Menceritakan cerita atau lelucon yang jorok kepada seseorang yang membuat orang tersebut merasa direndahkan.
  5. Mencium, menyentuh, menyubit, mencolek, menepuk seseorang yang tanpa dikehendaki orang tersebut.
  6. Menunjukkan bagian tubuh kepada orang lain yang menjadi merasa terhina karenanya.
  7. Memberikan komentar terhadap orang lain yang tidak pantas mengenai gaya, pakai maupun penampilannya dan masih banyak lagi.

2.5  Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak

Pelecehan seksual pada anak adalah kenyataan yang menakutkan dan tidak menyenangkan di dalam dunia yang tidak menentu ini harus dihadapi. Apalagi,  pengaruhnya atas anak-anak bisa menghancurkan psiokososial, tumbuh dan berkembangnya di masa depan. Menurut berbagai penelitian, korban pelecehan seksual adalah anak laki-laki dan perempuan berusia bayi sampai usia 18 tahun. Kebanyakan pelakunya adalah orang yang mereka kenal dan percaya. Sebagai orangtua, sangat mutlak harus melindungi anak di sekitarnya untuk terlindung dari bahaya pelecehan seksual pada anak.  Pendidikan seksual dan pemberian informasi tentang permasalahan pelecehan seksual tampaknya dapat mencegah perilaku pelecehan seksual.

Terdapat beberapa informasi dan pengetahuan kepada anak yang perlu diberikan kepada anak agar terhindar dari kekerasan  seksual, sejak anak berusia 2-4 tahun.  Pada awalnya, anak harus dibritahukan  agar jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing. Anak juga harus  selalu meminta izin orang tua jika akan pergi. “ Katakan pada anak bahwa mereka  harus segera melaporkan kepada bapak atau ibunya apabila ada orang yang  menyentuh alat kelamin atau tubuh mereka dengan cara yang tidak mereka sukai.  Katakan juga agar anak berteriak atau kabur jika merasa terancam oleh orang  yang tak dikenal.

Agar anak dapat memahami bahwa orang lain dapat melakukan  hal-hal yang tidak menyenangkan kepada dirinya berkaitan dengan perbuatan  seksual dan upaya anak dapat memahami hal tersebut, pengenalan bagian tubuh  kepada anak mutlak dilakukan.

sumber :