Cambridge Analytica jawab tudingan kebocoran data Facebook
By: Date: June 21, 2020 Categories: Teknologi

Cambridge Analytica jawab tudingan kebocoran data Facebook

Cambridge Analytica jawab tudingan kebocoran data Facebook

Cambridge Analytica pada Senin (9/4) lalu mengeluarkan pernyataan mengenai tuduhan kebocoran data 87 pengguna Facebook yang dialamatkan kepada mereka.

Pelaksana tugas Pimpinan Cambridge Analaytica, Alexander Tayler menyatakan saat ini orang bebas berpendapat berdasarkan spekulasi dan desas-desus yang beredar. Dalam keterangan yang beredar per Rabu (11/4), Cambridge Analytica menyatakan Tayler kini tidak lagi menjadi pelaksana tugas dan kembali ke posisinya sebagai Chief Data Officer.

“Kami memilih menyatakan 10 hal untuk menjawab klaim yang beredar

belakangan ini. Kami juga meluncurkan website CambridgeFacts.com, yang akan memberikan penjelasan mengenai hal tidak benar yang beredar di seputar perusahaan kami,” kata dia dalam keterangan tersebut.

Berikut ini adalah 10 hal yang disampaikan oleh firma konsultan politik tersebut.

1. Tidak ada hal yang dilanggar
Cambridge Analytica tidak “meretas” Facebook. Sebuah perusahaan riset (GSR) memberikan data kepada kami, yang diperoleh secara legal melalui alat yang disediakan Facebook. Ratusan firma data menggunakan Facebook dengan cara yang sama. Agar lebih jelas: Cambridge Analytica tidak secara ilegal atau tidak pantas mengumpulkan atau membagikan data dengan orang lain. Cambridge Analytica tidak melanggar Regulasi FEC.

2. Cambridge Analytica tidak menggunakan data GSR atau turunan

dari data ini dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat
Kami menggunakan data dari RNC, data dari sumber publik seperti pendaftaran pemilih, pialang data komersil dan riset yang kami adakan sendiri dengan maksud yang jelas.

Klaim yang menyatakan kami menggunakan data GSR untuk kampanye Trump

adalah tidak benar. Cambridge Analytica menyediakan jajak pendapat, analisis data dan pemasaran digital untuk kampanye Trump.

 

Baca Juga :