Ciri-ciri Makhluk Hidup

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Ciri-ciri Makhluk Hidup

1. Bernafas

Proses bernafas semua makhluk hidup melakukannya. Bernafas/respirasi adalah proses mengambil/menghirup oksigen & mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Dalam proses oksidasi biologi makhluk hidup membutuhkan oksigen. Oksidasi biologi adalah proses pembakaran zat makanan oleh oksigen untuk menghasilkan energi & karbon dioksida sebagai zat sisa. Proses oksidasi biologi berlangsung di dalam sel-sel tubuh. Energi yang dihasilkan dari proses pernafasan dipakai tubuh untuk bergerak & melakukan aktivitas.

2. Bergerak

Gerak merupakan perubahan posisi pada suatu makhluk hidup terhadap suatu acuan tetentu. Makhluk hidup dapat melakukan gerak pada sebagian/seluruh bagian tubuhnya.

3. Makan

Makanan merupakan kebutuhan semua makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya. Makanan berguna untuk pertumbuhan, menganti sel-sel yang rusak, sebagai bahan bakar penghasil tenaga untuk beraktivitas & untuk perkembangbiakan. Makhluk hidup memperoleh makanan dengan cara yang berbeda-beda. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, makhluk hidup dibedakan menjadi 2;

 

  • Makhluk hidup Heterotrof, adalah makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan makanan sendiri. Kebutuhan makanannya tergantung pada makhluk hidup lain. Sebagai contohnya makhluk hidup heterotrof adalah manusia & hewan. Manusa & hewan memanfaatkan makanan dari hasil fotosintetis tumbuhan hijau & sumber lain dari Hewan & Alam.
  • Makhluk hidup Autotrof, adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintetis. Makhluk hidup ini adalah tumbuhan hijau. Tumbuhan berhijau daun mempunyai klorofil yang dapat digunakan untuk membuat makanan sendiri dengan fotosintesis. Fotosintesis memerlukan bahan-bahan berupa karbon dioksida, air & cahaya matahari. Tumbuhan juga memerlukan berbagai macam mineral/unsur hara untuk menunjang kehidupannya.

 

4. Bereaksi terhadap rangsangan

Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menerima & menanggapi perubahan yang terjadi di sekitarnya/rangsang. Kemampuan makhluk hidup untuk merespon/menanggapi rangsangan di sebut iritabilitas. Sebagai contoh; daun putri malu akan mengatup saat kita sentuh. Rangsangan dapat berupa bau, sentuhan, bunyi & cahaya. Manusia & hewan memiliki sistem saraf, indra, hormon & sistem otot untuk menanggapi rangsang. Rangsangan dapat disebabkan oleh  faktor luar tubuh. Misalnya; kita akan mengedipkan mata apabila saat silau terkena cahaya & untuk reaksi rangsang yang dialami hewan misalnya rusa yang berlari saat menyadari akan ada bahaya/ada pemangsa yang mengejarnya.
Sementara itu, tumbuhan tidak memiliki sistem saraf, indra, hormon & sistem otot. Namun tumbuhan peka terhadap rangsang, gaya tarik bumi, sentuhan , cahaya, air & keberadaan zat kimia. Rangsang yang datang pada tumbuhan disebarkan oleh cairan dalam sel tumbuhan.
 

5. Tumbuh & berkembang

Makhluk hidup, mengalami pertumbuhan & perkembangan. Misalnya, dengan kita menanam biji akan tumbuh menjadi kecambah, kemudian menjadi tanaman kecil. Dan apabila tanaman itu kita siram setiap hari, akan tumbuh menjadi tanaman yan besar.
Pertumbuhan merupakan suatu proses perubahan ukuran yang bersifat kuantitatif/dapat diukur. Pertumbuhan pada manusia & hewan ada batasnya. Setelah mencapai usia tertentu, manusia & hewan tidak tumbuh lagi. Sedangkan tumbuhan hampir selalu tumbuh sepanjang hidupnya. Pertumbuhan itu diikuti dengan proses perkembangan. Adapun perkembangan yakni proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kesempurnaan/kedewasaan.
Perkembangan merupakan proses yang bersifat kualitatif (tidak dapat diukur). Pada proses ini perkembangan terjadi perubahan susunan & fungsi organ-organ tubuh, sebagai contohnya, seorang anak dapat makan sendiri, ayam dapat bertelur, pohon jambu berbunga & berbuah.
 

6. Berkembangbiak

Berkembang biakadalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Semua makhluk hidup berkembangbiak, sebagai upaya untuk memperbanyak diri/menghasilkan individu baru. Perkembangan makhluk hidup bertujuan untuk menjaga kelestarian jenisnya supaya tidak punah.
Cara berkembangbiak pada hewan dibagi menjadi 2 macam, yaitu secara generatif (kawin) & secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi umumnya berkembangbiak secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah dengan vegetatif (tak kawin). Adapun perkembangbiakan alami pada tumbuhan berlangsung secara generatif (kawin) melalui proses penyerbukan & secara vegetatif (tidak kawin), sebagai contohnya membelah diri, spora, tunas, umbi, geragih, & akar tinggal. Perkembanganbiakan tumbuhan secara buatan, sebagai contohnya setek, cangkok & merunduk.

7. Beradaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3;

 

  • Adaptasi morfologi; yaitu penyesuaian terhadap lingkunan yang berhubungan dengan bentuk tubuh/alat tubuh. Contohnya tumbuhan air yang memiliki daun lebar, burung yang memiliki paruh dengan bentuk tertentu untuk menyesuaikan dengan jenis makanannya.
  • Adaptasi tingkah laku; yaitu penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh; cicak memutuskan ekornya saat dikejar kucing.
  • Adaptasi fisiologi; yaitu penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap lingkungan. Adaptasi fisiologi tidak mudah diamati karena fungsi alat-alat tubuh umumnya terletak di bagian dalam tubuh. Contohnya manusia berkeringat saat cuaca panas, tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.

 

8. Mengeluarkan zat sisa

Zat sisa dari proses metabolisme tubuh makhluk hidup harus dikeluarkan. Jika tidak, maka akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan dapat berupa cairan, gas ataupun zat padat. Pengeluaran zat-zat dapat dibedakan menjadi;

 

  • Ekskresi; merupakan pengeluaran zat-zat sisa metabolisme tubuh yang tidak dipergunakan lagi. Ekskresi dilakukan oleh, kulit, hati, ginjal, & paru-paru. Misal kulit yang mengeluarkan keringat.
  • Sekresi; merupakan proses pengeluaran zat yang masih diperlukan tubuh oleh suatu kelenjar misalnya hormon/enzim.
  • Defekasi; merupakan proses pengeluaran zat sisa pencernaan makanan berupa tinja (feses) melalui anus.

 

9. Memerlukan suhu tertentu untuk tetap hidup

Semua makhluk hidup dapat bertahan hidup pada suhu tetentu, sebagai mana ikan itu dapat hidup di air yang bersuhu 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat celcius, & untuk jenis bakteri dapat tetap hidup sampai suhu 80 derajat celcius, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 derajat celcius-43 derajat celcius.