Cuaca dan Iklim
By: Date: July 14, 2020 Categories: Umum

Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat.

 Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (± minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.

Iklim dapat terbentuk karena adanya:

  1. Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian matahari dan tahunan; dan
  2. Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis. Perbedaan ini menyebabkan timbulnya penyerapan panas matahari oleh bumi sehingga besar pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi.

Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim suatu daerah atau wilayah, yaitu: suhu atau temperatur udara, tekanan udara, sinar matahari (radiasi matahari), angin, kelembaban udara, dan curah hujan, disini akan berusaha fokus untuk membahas ataupun mengupas tentang salah satu unsure yang mempengaruhi iklim, yaitu: sinar matahari (radiasi matahari). Tetapi, untuk membahas radiasi matahari tersebut, kita harus membahas unsur-unsur iklim yang lain terlebih dahulu. Pada akhirnya kita akan masuk kedalam pokok bahasan mengenai sinar matahari (radiasi matahari).

Suhu atau Temperatur Udara

Suhu atau temperatur udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk mengukur suhu atau temperatur udara atau derajat panas disebut Thermometer. Biasanya pengukuran suhu atau temperatur udara dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).

Udara timbul karena adanya radiasi panas matahari yang diterima bumi. Tingkat penerimaan panas oleh bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Sudut datang sinar matahari, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan bumi dengan arah datangnya sinar matahari. Makin kecil sudut datang sinar matahari, semakin sedikit panas yang diterima oleh bumi dibandingkan sudut yang datangnya tegak lurus.
  2. Lama waktu penyinaran matahari, makin lama matahari bersinar, semakin banyak panas yang diterima bumi.
  3. Keadaan muka bumi (daratan dan lautan), daratan cepat menerima panas dan cepat pula melepaskannya, sedangkan sifat lautan kebalikan dari sifat daratan.
  4. Banyak sedikitnya awan dan ketebalan awan mempengaruhi panas yang diterima bumi. Makin banyak  atau makin tebal awan, maka akan  semakin sedikit pula panas yang diterima bumi.

Baca juga: