DAKWAH ISLAMIAH KELUAR JAZIRAH ARAB
By: Date: July 21, 2020 Categories: Pendidikan
DAKWAH ISLAMIAH KELUAR JAZIRAH ARAB

DAKWAH ISLAMIAH KELUAR JAZIRAH ARAB

DAKWAH ISLAMIAH KELUAR JAZIRAH ARAB

rasulullah saw menyeru umat manusia di luar Jazirah Arabia agar memeluk agama Islam dengan jalan mengirim utusan untuk menyampaikan surat dakwah pada pembesar-pembesar mereka, seperti:

  1. Heraclius, Kaisar Romawi Timur

Ia menerima surat dakwah Rasulullah melalui Dihijah bin Khalifah. Heraclius tak menerima seruan dakwah tersebut karena tak mendapat persetujuan dari para pembesar agama dan pendeta. Namun, surat dakwah itu dibalas dengan sopan serta mengirimkan hadiah untuk Rsulullah.

  1. Muqauqis, Gubernur Romawi di Mesir

Utusan yang datang padanya ialah Hatib. Muqauqis belum menerima seruan masuk Islam, namun ia mengirim surat balasan serta hadiah-hadiah.

  1. Syahinsyah, Kaisar Persia

Surat dakwah Rasulullah disobek-sobek olehnya. Mengetahiu hal itu, Rasulullah saw menjelaskan bahwa Syahinsyah yang sombong itu akan dibunuh oleh anaknya sendiri pada malam Selasa 10 Jumadil Awwal 7 Hijriah. Ternyata benar, Asy-Syirwaih nama anak tersebut.

Kemudian surat dakwah Rasulullah dikirimkan pula pada An-Najasyi (Raja Ethiopia), Ar-Munzir bin Sawi (Raja Bahrain), Hudzah bin Ali ( Raja Yamamah), dan Al Harits (Gubernur Roamwi di Syam). Di antara mereka, yang menerima seruan Rasulullah hanyalah Al Munzir. Ia mengajak para pembesar negera dan rakyatnya untuk masuk Islam.

  1. HAJI WADA’ DAN WAFATNYA RASULULLAH SAW

Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, haji wada’, tahun 10 H (631 M), Nabi saw menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. Isi khotbah itu antara lain: larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan batil, karena nyawa dan harta benda adalah suci; larangan riba dan larangan menganiaya; perintah untuk memperlakukan para istri dengan baik dan lemah lembut dan perintah menjauhi dosa; semua pertengkaran antara mereka di zaman Jahiliyah harus saling dimaafkan; balas dendam dengan tebusan darah sebagaimana berlaku di zaman Jahiliyah tidak lagi dibenarkan; persaudaraan dan persamaan di antara manusia harus ditegakkan; hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai tuannya; dan yang terpenting adalah bahwa umat Islam harus selalu berpegang kepada dua sumber yang tak pernah usang, Al-Qur’an dan sunnah Nabi.

Isi khotbah ini merupakan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan Islam. Selanjutnya, prinsip-prinsip itu bila disimpulkan adalah kemanusiaan, persamaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi ,kebajikan dan solidaritas.

Wafatnya Rasulullah saw.

Setelah itu, Nabi saw segera kembali ke Madinah. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Petugas keagamaan dan para dai dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan ajaran-ajaran Islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat.

Dua bulan setelah itu, Nabi saw menderita sakit demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal 11 H / 8 Juni 632 M, Rasulullah SAW wafat di rumah istrinya Aisyah ra.

Dari perjalanan sejarah Nabi ini, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW, di samping sebagai pemimpin agama, juga seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu sebelas tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan seluruh jazirah Arab ke dalam kekuasaannya.


Sumber: https://astalift.co.id/samsung-pay-capai-644-juta-pengguna/