Definisi inersia uteri
By: Date: July 13, 2020 Categories: Umum

Definisi inersia uteri

Inersia uteri adalah perpanjangan fase laten atau fase aktif atau kedua-duanya dari kala pembukaan. Pemanjangan fase laten dapat disebabkan oleh serviks yang belum matang atau karena penggunaan analgetik yang terlalu dini. Pemanjangan fase deselerasi ditemukan pada disproporsi sefalopelvik atau kelainan anak. Perlu disadari bahwa pemanjangan fase laten maupun fase aktif meninggikan kematian perinatal.

Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar. Disini kekuatan his lemah dan frekuensinya jarang. Sering dijumpai pada penderita dengan keadaan umum kurang baik seperti anemia, uterus yang terlalu teregang misalnya akibat hidramnion atau kehamilan kembar atau makrosomia, grandemultipara atau primipara, serta para penderita dengan keadaan emosi kurang baik. Dapat terjadi pada kala pembukaan serviks, fase laten atau fase aktif maupun pada kala pengeluaran

Penyebab inersia uteri

Penggunaan analgetik terlalu cepat, kesempitan panggul, letak defleksi, kelainan posisi, regangan dinding rahim (hidramnion, kehamilan ganda ) dan perasaan takut dari ibu.

Menurut Rustam Mochtar (1998) sebab-sebab inersia uteri adalah :

  1. Kelainan his sering dijumpai pada primipara
  2. Faktor herediter, emosi dan ketakutan
  3. Salah pimpinan persalinan dan obat-obat penenang
  4. Bagian terbawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah rahim, ini  dijumpai pada kesalahan-kesalahan letak janin dan disproporsi sevalopelvik
  5. Kelainan uterus, misalnya uterus bikornis unikolis
  6. Kehamilan postmatur (postdatism)
  7. Penderita dengan keadaan umum kurang baik seperti anemia
  8. Uterus yang terlalu teregang misalnya hidramnion atau kehamilan kembar atau makrosomia
  9. Pembagian inersia uteri

Dulu inersia uteri dibagi dalam :

  1. Inersia uteri primer : jika His lemah dari awal persalinan
  2. Inersia uteri sekunder : jika mula-mula His baik, tetapi kemudian menjadi lemah karena otot-otot rahim lelah akibat persalinan berlangsung lama (inersia karena kelelahan )

Pembagian inersia yang sekarang berlaku ialah :

  1. Inersia uteri hipotonis : kontraksi terkoordinasi, tetapi lemah.

Dengan CTG, terlihat tekanan yang kurang dari 15 mmHg, dengan palpasi, His jarang dan pada puncak kontraksi dinding rahim masih dapat ditekan kedalam.

  1. Inersia uteri hipertonis : kontraksi tidak terkoordinasi, misalnya kontraksi segmen tengah lebih kuat dari segmen atas. Inersia uteri ini sifatnya hifertonis, sering disebut inersia spastis.

https://movistarnext.com/