Eksploitasi Sumber Daya Alam Dan Tenaga Kerja Indonesia Oleh Jepang
By: Date: July 16, 2020 Categories: Umum

Eksploitasi Sumber Daya Alam Dan Tenaga Kerja Indonesia Oleh Jepang

Pemerintah pendudukan Jepang telah melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber daya alam Indonesia serta tenaga manusia yang ada demi memenangkan perang melawan sekutu.

  1. Cara-cara Jepang di Indonesia mengeksploitasi sumber kekayaan alam
  2. Petani harus menyerahkan hasil panen, ternak dan harta milik serta mereka yang lain kepada pendudukan Jepang untuk biaya perang asia pasifik.
  3. Hasil kekayaan alam di Indonesia yang berupa hasil tambang perkebunan dan hutan di angkut ke jepang.
  4. Jepang memaksa penduduk untuk menanam pohon jarak pada lahan pertanian.
  5. Cara I Jepang di indonesia mengeksploitasi tenaga kerja
  6. Romusha, kerja paksa tanpa upah.
  7. Kinrohosi, kerja paksa tanpa upah bagi tokoh masyarakat
  8. Wajib Militer

1)      Seinendan (Barisan Pemuda) dibentuk tanggal 9 Maret 1943 bertugas sebagai tentara melawan sekutu.

2)      Keibodan (Barisan pembantu polisi) dibentuk pada tanggal 29 April 1943 bertugas menjaga keamanan desa.

3)      Fujinkai (Barisan wanita) dibentuk agustus 1943 bertugas sebagai anggota palang merah dan sebagai wanita penghibur.

4)      Jawa Hokokai (Pehimpunan kebaktian Raya Jawa) dikebumikan 1 maret 1944.

5)      Suishintai (Barisan Pelopor)

6)      Heiho (Pembantu Prajurit Jepang

7)      Peta (Pembela Tanah Air)

Pergerakan Massa Dan Perlawanan Terhadap Jepang

Ada dua strategi yang digunakan para pejuang Indonesia dalam menghadapi pemerintah penduduk Jepang, yakni :

  1. Kooperatif, cara bekerja sama dengan Jepang, dengan mengikuti organisasi-organisasi Jepang. Dengan demikian mereka mendapat pelajaran militer dari organisasi-organisasi tersebut.
  2. Non kooperatif penduduk strategi non kooperatif, tidak mau bekerjasama dengan Jepang mereka membentuk organisasi, antara lain :
  3. Kelompok Syahrir, beranggotakan kaum terpelajar di berbagai kota.
  4. Kelompok Amir Syarifudin yang antifasis dan menolak bekerja sama dengan Jepang
  5. Golongan Persatuan Mahasiswa yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa kedokteran
  6. Kelompok Sukarni, yang anggotanya antara lain Adam Malik, Pandu Wiguna, Chaerul Saleh dan Maruto Mitimiharjo
  7. Golongan Kaigun, yang anggotanya bekerja pada angkatan laut Jepang
  8. Pemuda Menteng, yang bermarkas di Gedung Menteng 31 Jakarta.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/