Gangguan Jiwa Berat di Jabar Capai 72 Ribu

Gangguan Jiwa Berat di Jabar Capai 72 Ribu

Gangguan Jiwa Berat di Jabar Capai 72 Ribu

BANDUNG- Riset Kesehatan Dasar tahun 2013

yang dilakukan Kementerian Kesehatan menentukan prevalensi gangguan jiwa berat di Indonesia mencapai 1,7 permil dari populasi atau sebanding dengan 400 ribu penderita.

Dalam Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 tersebut, juga ditemukan 14,3 persen penderita gangguan jiwa atau setara dengan 57 ribu pernah mengalami pemasungan di dalam kehidupannya.

Sementara untuk di Jawa Barat prevalensi gangguan jiwa beratnya sebanyak 1,6 permil dari populasi atau sebanyak 72 ribu penderita dan yang mengalami pemasungan sebanyak 1.005 orang.

Menurut Teddy Hidayat., SpKJ (K),

Kepala Bagian Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, meskipun masalah kesehatan jiwa cukup besar, namun penanggulangannya masih terabaikan.

“Pada tahun 2010 lalu kurang dari 10% yang mendapat layanan kesehatan jiwa, baik dari Puskesmas maupun Rumah Sakit sekitar,” ujarnya.

Teddy mengatakan, pengobatan gangguan

jiwa masih terbatas karena masih terdapat stigma dan ketidakmampuan ekonomi untuk berobat serta penyediaan sumber daya merupakan kelemahan sistem kesehatan di Indonesia.

“Penambahan jumlah penduduk tidak dapat diimbangi bertambahnya produksi tenaga kesehatan jiwa, serta jauhnya pusat pelayanan kesehatan,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436763/jaring-jaring-kubus/