Gerakan Literasi Harus Menyesuaikan Era Digitalisasi

Gerakan Literasi Harus Menyesuaikan Era Digitalisasi

Gerakan Literasi Harus Menyesuaikan Era Digitalisasi

Perkembangan era digitalisasi harus diimbangi dengan gerakan literasi yang sesuai zaman.

Yakni gerakan literasi yang sesuai dengan perkembangan digital saat ini. Sehingga gerakan literasi yang digalakkan bisa lebih mudah diterima oleh generasi milenial.

Gerakan literasi di Kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini masih minim. Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bojonegoro, baru akan mulai melakukan gerakan literasi berbasis IT. Selain itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kamidin juga mengimbau kepada sekolah untuk mengirimkan siswa setiap hari untuk mengunjungi perpustakaan daerah.

“Agar lebih menarik untuk dikunjungi perpustakaan daerah akan dikembangkan sebagai dunia

enterpreneur dan sebagai destinasi wisata edukasi,” ujar Kamidin, Selasa (30/7/2019).

Salah satu sekolah yang baru saja meluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah adalah Sekolah Menengah Atas Model Terpadu (SMA MT) Bojonegoro. Program tersebut merupakan upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat.

“Tujuannya untuk menumbuhkembangkan budaya dan membangun ekosistem literasi di sekolah.

Mempraktekkan kegiatan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) dan menjaga keberlanjutan budaya literasi,” ujar Kepala SMA MT Bojonegoro, Aziz Ghozali.

Kegiatan launching diikuti oleh 552 Peserta didik SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro, 15 peserta didik SMP Negeri Model Terpadu Bojonegoro, 40 guru dan karyawan dari SMA dan perwakilan 2 guru dari SMP Negeri Model Terpadu.

 

Baca Juga :