IAIN Cirebon Bekali Mahasiswa tentang Bahaya Narkoba

IAIN Cirebon Bekali Mahasiswa tentang Bahaya Narkoba

IAIN Cirebon Bekali Mahasiswa tentang Bahaya Narkoba

AKU tak pernah punya target muluk-muluk. Ada 4 sampai 5 orang saja

yang memiliki buku setiap kali aku menerbitkan, bagiku itu sudah cukup.
Berita Terkait
Menag Rombak Buku Agama, Mendikbud: Setuju!

Bukan aku tidak tahu keuntungan dalam hal ekonomi, tetapi aku cukup mengerti bahwa tidak banyak orang yang mau mengeluarkan koceknya hanya untuk sebuah buku, apalagi buku karya penulis pemula seperti aku.

Mereka lebih tertarik untuk membeli baju, tas, sepatu atau accesories lainnya.

Bahkan sebagaimana penulis lainnya, aku pun mengalami hal yang sama. Beberapa kali ketika buku kita tawarkan, beberapa dari mereka memintanya secara gratis.

Sebenarnya sah-sah saja, sesekali kita memberikannya sebagai hadiah

dengan harapan akan menjadi kenang-kenangan di kemudian hari.

O ya… Kenapa mereka memintanya secara cuma-cuma? Karena mereka tidak tahu budget yang kita keluarkan untuk menerbitkan buku.

Jadi kita maklumi saja. Kalau mereka tahu, mana mungkin mereka begitu.

Aku termasuk penulis yang suka bertukar buku dengan penulis lainnya. Asyik, lho. Selain menambah koleksi buku kita, itu juga salah satu upaya agar kita lebih dekat dengan mereka.

Ya tambah teman dan saudara yang satu passion dengan kita.

Hal itu bisa menambah wawasan dan semangat dalam berkarya.

April 2018, ketika buku Jejak-Jejak dalam Sajak kutitipkan di sebuah lapak bazar buku, dengan tidak disangka-sangka seorang pakar yang kami hormati langsung membelinya dengan sukarela, tanpa basa basi sedikit pun, apalagi tawar menawar, padahal sebelumnya aku saksikan beberapa peminat buku telah membolak-balik bukuku itu dan menyimpannya kembali di lapak bazar.

Karena kurang menarik atau karena harga yang kupasang dianggap terlalu tinggi? Aku tidak tahu.

Pada tahun 2017-2018, buku Adelaide dalam Bingkai Kenangan dan The Miracle of Life merupakan buku-buku karyaku yang terjual paling banyak di antara buku-buku karyaku yang lainnya. Masing-masing terjual 49 eks dan 34 eks.

Bagaimana aku tak senang, karena bagiku itu telah melebihi target. Apalagi buku tentang Adelaide itu, seorang ibu guru dari Garut langsung memesan 3 eks untuk koleksi perpustakaan di sekolahnya.

 

Baca Juga :