Implementasi Perencanaan Strategis Islam Dalam Berbisnis
By: Date: August 5, 2020 Categories: Pendidikan
Implementasi Perencanaan Strategis Islam Dalam Berbisnis

Implementasi Perencanaan Strategis Islam Dalam BerbisnisImplementasi Perencanaan Strategis Islam Dalam Berbisnis

              Setiap manusia memerlukan harta untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, manusia akan selalu berusaha memperoleh harta kekayaan itu. Salah satu dari ragam bekerja adalah berbisnis. Islam mewajibkan setiap muslim, khususnya yang memiliki tanggungan, untuk “bekerja”. Bekerja merupakan salah satu sebab pokok yang memungkinkan manusia memiliki harta kekayaan. Untuk melapangkan bumi serta menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencari rezeki. Hal tersebut sejalan dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk [67] : 15, yang berbunyi :

Selain itu dalam mencari rezeki Islam juga sangat menekankan pada aspek kehalalannya, baik dari sisi perolehan maupun pendayagunaannya.              Artinya : “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Q.S Al-Mulk :[67]: 15

              Sejalan dengan kaidah ushul “al-alsufi al-afal at-taqayyud bi huhmi asy-syar’i”, yang berarti bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’: wajib, sunnah, makruh, atau haram, pelaksanaan bisnis harus tetap berpegang pada ketentuan syariat. Dengan kata lain, syariat merupakan nilai yang menjadi payung strategis ataupun taktis organisasi bisnis. Dengan kendali syari’at, bisnis bertujuan mencapai empat hal utama, yaitu

  1. Targeting hasil : profit-materi dan benefit-nonmateri
  2. Pertumbuhan, artinya terus meningkat
  3. Keberkahan atau keridhaan Allah

              Targeting hasil : Profit-materi dan benefit-nonmateri. Tujuan perusahaan tidak hanya untuk mencari profit (qimah maqdiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga memperoleh dan emmberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, dan sebagainya.

              Benefit yang dimaksudkan tidak serta-mata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya beroroentasi pada qimah madiyah. Masih ada tiga orientasi lainnya, yaitu qimah inaniyah, qimah khuluqiyah, dan qimah ruhiyah. Dengan orientasi al-insaniyah berarti pengelola perusahaan juga dapat memberikan manfaat yang bersifat kemanusiaan melalui kesempatan kerja, sedekah, dan bantuan lainnya. Qimah khuluqiyah mengandung pengertian bahwa nilai-nilai akhlaqul karimah (akhlak mulia) menjadi suatu kemestian yang harus muncul dalam setiap aktivitas pengelolaan perusahaan, sehingga dalam perusahaan tercipta hubungan persaudaraan yang Islami, bukan sekedar hubungan fungsional atau profesional. Sementara itu, qimah ruhiyah berati perbuatan tersebut bermaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

              Dalam setiap amalnya, seorang muslim selain harus berusaha meraih qimah yang dituju, upaya yang dilakukan itu juga harus sesuai dengan aturan Islam. Dengan kata lain, suatu aktivitas harus disertai kesadaran hubungannya dengan Allah.[5]

              Dengan berkembangnya konteks persaingan, dunia usaha di tuntut untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang dapat mengantisipasi terhadap kecenderungan-kecenderungan baru untuk mencapai dan mempertahankan posisi bersaing maupun keunggulan kompetitifnya. Perumusan strategi tersebut merupakan keputusan yang menyelaraskan antara kondisi lingkungan eksternal yang terjadi sekitar perusahaan, dan sumber daya, serta harapan dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan yang akan datang.

              Strategi merupakan pilihan pola tindakan atau rencana tentang apa yang ingin dicapai perusahaan dan hendak menjadi apa suatu organisasi dimasa yang akan datang dengan mengintegrasikan tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan serta bagaimana cara mencapai keadaan yang dinginkan  tersebut dengan mengalokasikan sumber daya yang dirancang untuk mencapai tujuan tersebut.[6]

              Konsep dasar strategi merupakan rencana berskala besar dengan berorientasi masa depan, untuk berinteraksi dengan kondisi persaingan, demi mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang. Strategi mencerminkan pengetahuan perusahaan mengenai bagaimana, kapan, dan dimana perusahaan akan bersaing, dengan siapa perusahaan sebaiknya bersaing, dan untuk tujuan apa perusahaan harus bersaing.

              Dalam mendapatkan keunggulan bersaing bisa jadi terdiri dari dari banyak persaingan/pertempuran, dan untuk mendapatkan keunggulan bersaing tidak harus memenangkan semua pertempuran. Proses paling penting pada saat perumusan strategi adalah saat merumuskan alternatif dan menentukan pilihan tujuan dan cara mencapainya.[7] Untuk mencapainya maka perlu dibuatnya kerangka perencanaan strategis, diantaranya yaitu :

  1. Tahapan I, Prakondisi Perencanaan

Tahapan ini berintikan pada analisis dan diagnosis internal dan eksternal organisasi. Analisis tersebut bertumpu pada basis data tahunan dengan pola 3-1-5. Maksudnya , data yang ada diupayakan mencakup data perkembangan pada 3 tahun sebelum dilakukan analisis serta kecenderungan organisasi untuk 5 tahun ke depan. Pada tahapan ini analisis SWOT sangat diperlukan untuk menganalisis kondisi internal maupun eksternal. Hal tersebut dilakukan agar strategi memiliki dasar serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan tentu dengan melihat aspek halal-haramnya.

  1. Tahapan II, Perumusan Perencanaan

Apabila prakondisi perencanaan berhasil maka langkah selanjutnya adalah melakukan perumusan perencanaan. Tahapan ini meliputi tiga jenjang perencanaan, yaitu strategi induk, strategi program jangka menengah, dan program jangka pendek.

  1. Strategi Induk, pada strategi induk berisikan visi, misi dan tujuan yang berorientasi pada syariah.
  2. Strategi Program Jangka Menengah, dalam strategi ini terdapat rencana-rencana fungsional yang berfungsi untuk mengimplementasikan strategi induk yang telah ditentukan dalam jangka waktu setengah dari waktu pencapaian.

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/