Isu Penting Perekonomian dan Sistem Ekonomi

Isu Penting Perekonomian dan Sistem Ekonomi

Sistem Perekonomian adalah

Sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Isu Isu penting Perekonomian

Salah satu isu penting yg sering dibahas ini adalah lingkungan hidup, nah apa hubungannya isu per ekonomian dan lingkungan hidup? Nah disini membahasa tentang masalah ekonomi dan lingkungan hidup.
Kadang kala masalah lingkungan hidup ini sering terbentur dengan kondisi keseharian perekonomian masyarakat. Di satu sisi masyarakat tentu ingin memiliki kehidupan yang layak dan sejahtera, namun kesulitan mencari kerja yang layak dan minimnya kualitas SDM sering mengarahkan banyak warga untuk memilih kerja yang menjanjikan pendapatan besar meski didalamnya ada proses perusakan lingkungan. Ilegal loging atau pembalakan liar bisa menjadi contoh yang gamblang dimana banyak orang disekitar hutan justru memilih untuk bekerja pada perusahaan tertentu yang membalak hutan untuk memenuih kebutuhan pasar dan meraup keuntungan besar. Kondisi ini bisa dibilang cukup memusingkan dan dilematis karena di satu sisi bidang kerja tersebut bisa meraup banyak tenaga kerja, sehingga masalah pengangguran sedikit banyak bisa dikurangi, namun di sisi lain justru membuat kondisi lingkungan hidup makin merana.

Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi karena cara pengelolaan perekonomian

Yang salah, sehingga jumlah lapangan kerja berbanding terbalik sangat jauh dengan jumlah pencari kerja. Sebagai Negara dengan jumlah penduduk banyak dan sumber daya alam yang melimpah, selayaknya perencanaan ekonomi lebih mengacu pada ekonomi yang padat karya, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan sedikit banyak bisa mengurangi rasio usaha-usaha illegal yang cenderung merugikan lingkungan.

Sayangnya perekonomian Indonesia secara umum lebih bersifat padat modal;

bisa dilihat dari banyaknya jumlah perusahaan besar yang tumbuh berkembang dari konglomerasi atau dari penanaman modal belaka. Karena kesulitan mencari kerja orangpun banyak yang tertarik untuk bekerja di bidang yang sebenarnya secara hukum illegal, termasuk usaha yang juga merusak lingkungan hidup, seperti pembalakan liar, membuka hutan secara semena-mena untuk perkebunan, pendulangan logam mulia seperti emas dengan zat yang bisa mencemari lingkungan seperti raksa dll. Seringkali usaha-usaha illegal tersebut justru di sokong juga oleh para pemodal besar pemilik perusahaan untuk meraup untung sebesar-besarnya. Meski sudah banyak hukum yang mengatur tentang perlindungan lingkungan, tampaknya mereka masih tumpul ketika berhadapan dengan para konglomerat kaya tersebut.

Baca Juga :