Jenis-Jenis Hormon
By: Date: April 16, 2020 Categories: Pendidikan
Jenis-Jenis Hormon

Jenis-Jenis Hormon

Jenis-Jenis Hormon

Hormon Auksin

Auksin dicirikan sebagai substansi yang merangsang pembelokan ke arah cahaya (fotonasti) pada bioassay terhadap koleoptil haver (Avena sativa) pada suatu kisaran konsentrasi. Kebanyakan auksin alami memiliki gugus indol. Auksin sintetik memiliki struktur yang berbeda-beda. Beberapa auksin alami adalah asam indolasetat (IAA) dan asam indolbutirat (IBA). Auksin sintetik (dibuat oleh manusia) banyak macamnya, yang umum dikenal adalah asam naftalenasetat (NAA), asam beta-naftoksiasetat (BNOA), asam 2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D), dan asam 4-klorofenoksiasetat (4-CPA). 2,4-D juga dikenal sebagai herbisida pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi.
Fungsi auksin ialah merangsang perpanjangan sel, merangsang aktivitas kambium, merangsang pembekokan batang, merangsang pantenokarpi, dan merangsang dominasi apikal.

Hormon auksin ialah hormon pertumbuhan yang pertama kali yang ditemukan oleh Frits Went (1863-1935) di tahun 1928 ialah ahli botani Belanda yang menyatakan bahwa “tak mungkin terjadi suatu pertumbuhan tanpa adanya suatu zat tumbuh. Jenis hormon auksin pada tumbuhan tersebut yang telah dapat diekstraksi ialaha asam indol asetat atau IAA.

Fungsi Hormon Auksin

  • Merangsang perpanjangan pada sel
  • Merangsang suatu pembentukan bunga dan buah
  • Merangsang pemanjangan titik buah
  • Mempengaruhi pembengkokan pada batang
  • Merangsang pembentukan akar lateral
  • Merangsang terjadinya suatu proses diferensiasi

Hormon Sitokinin

Golongan sitokinin (bahasa Inggris: cytokinin), sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel (cytokinin berarti “terkait pembelahan sel”). Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin. Kinetin diekstrak pertama kali dari cairan sperma ikan hering, namun kemudian diketahui ditemukan pada tumbuhan dan manusia. Selanjutnya, orang menemukan pula zeatin, yang diekstrak dari bulir jagung yang belum masak. Zeatin juga diketahui merupakan komponen aktif utama pada air kelapa, yang dikenal memiliki kemampuan mendorong pembelahan sel[2]. Sitokinin alami lain misalnya adalah 2iP. Sitokinin alami merupakan turunan dari purin. Sitokinin sintetik kebanyakan dibuat dari turunan purin pula, seperti N6-benziladenin (N6-BA) dan 6-benzilamino-9-(2-tetrahidropiranil-9H-purin) (PBA).

Hormon sitokinin ialah hormon yang bersama dengan suatu hormon auksin didalam memengaruhi suatu pembelahan sel yang disebut juga sitokinesis. Sitokin tersebut dapat diperoleh pada suatu ragi santan kelapa, ekstrak buah apel serta juga pada jaringan tumbuhan yang membelah.
Fungsi Hormon Sitokinin

  • Mengatur suatu pembentukan bunga dan juga buah
  • Membantu suatu proses pertumbuhan akar serta jugatunas pada pembuatan kultur jaringan.
  • Memperkecil dominansi apikal serta dapat menyebabkan suatu pembesaran daun muda
  • Merangsang suatu pembelahan sel dengan cepat. Bersama-sama giberelin dan juga auksin, dapat membantu untuk mengatur pembelahan sel yang terdapat pada daerah meristem sehingga pertumbuhan titik pada tumbuh normal
  • Menunda pengguguran pada daun, bunga, serta buah yang dilakukan dengan cara meningkatkan transpor zat makanan ke organ itu.

Giberelin atau asam giberelat

Golongan ini merupakan golongan yang secara struktur paling bermiripan, dan diberi nama dengan nomor urut penemuan atau pembuatannya. Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3). GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserang fungi Gibberella fujikuroi.

Hormon giberelin ialah zat yang didapat dari salah satu jenis jamur yang hidup sebagai suatu parasit pada tanaman padi di Jepang. Jamur itu disebut Gibberella fujikuroi.

Fungsi Hormon Giberelin

  • Mempengaruhi pemanjangan dan juga pembelahan sel
  • Memengaruhi perkembangan embrio dan juga kecambah
  • Menghambat pembentukan biji
  • Mempengaruhi pemanjangan batang
  • Memengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan akar, daun, bunga, serta bunga

Hormon Etilena

Etilena atau etena merupakan satu-satunya zat pengatur tumbuh yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruangan (ambien). Selain itu, etilena tidak memiliki variasi bentuk yang lain. Peran senyawa ini sebagai perangsang pemasakan buah telah diketahui sejak lama meskipun orang hanya tahu dari praktek tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeraman merupakan tindakan menaikkan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah untuk mempercepat pemasakan buah. Pengarbitan adalah tindakan pembentukan asetilena (etuna atau gas karbid); yang di udara sebagian akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.

Berbagai substansi dibuat orang sebagai senyawa pembentuk etilena, seperti ethephon (asam 2-kloroetil- fosfonat, diperdagangkan dengan nama Ethrel) dan beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH). Senyawa BOH dapat pula memicu pembentukan bunga pada nanas. Kalium nitrat diketahui juga merangsang pemasakan buah, namun belum diketahui secara pasti hubungannya dengan perangsangan pembentukan etilena secara endogen.

Hormon gas etilen ialah hormon yang dihasilkan ialah dari buah yang sudah tua. Buah yang sudah tua dan juga masih berwarna hijau tersebut disimpan didalam kantong tertutup maka yang terjadi pada buah tersebut akan cepat masak.

Fungsi Hormon Gas Etilen

  • Mempercepat dalam pematangan suatu buah
  • Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan juga kukuh
  • Memacu suatu hormon lain dalam menimbulkan suatu reaksi tertentu
  • Mendukung terbentuknya atau terjadinya bulu-bulu akar
  • Induksi sel kelamin betina pada bunga
  • Merangsang terjadinya pemekaran pada bunga
  • Mengakhiri masa dormansi
  • Pembentukan akar adventif

Sumber:

https://penirumherbal.co.id/desert-storm-apk/