KPU akan Kroscek Perbedaan Jumlah Perolehan Suara Paslon Pilgub Jabar

KPU akan Kroscek Perbedaan Jumlah Perolehan Suara Paslon Pilgub Jabar

KPU akan Kroscek Perbedaan Jumlah Perolehan Suara Paslon Pilgub Jabar

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat akan mengecek kembali hasil raihan suara pasangan calon pada Pilgub Jabar 2018 jika terjadi perbedaan hasil antara KPU dengan Bawaslu maupun saksi.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mencontohkan misalnya di Kota Tasikmalaya

berdasarkan hasil KPU Jabar meraih 7.000 suara tapi Bawaslu atau saksi mencatat hanya 6.000 suara. Maka KPU akan segera mencari data otentik terkait raihan suara paslon tersebut.

“Nah, ini kita cek mana bukti yang benar dan tidak, apakah jumlah tersebut benar menurut KPU, Bawaslu atau saksi?” katanya kepada wartawan di Kantor KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, Sabtu (7/7/2018)

Jika bukti KPU lemah maka segera diperbaiki sesuaii bukti yang sesuai dengan Bawaslu atau saksi. Begitupun sebaliknya KPU tidak akan melakukan perbaikan.

“Jadi bukan selisih jumlah raihan suara antara satu paslon dengan yang lainnya,” ujarnya

Sedangkan jika terjadi selisih jumlah suara antara paslon satu dengan lainnya maka mekanismenya

. Lanjut Yayat, akan diserahkan kepada pihak yang lebih berwenang yakni Mahkamah Konstitusi.

“Sesuai undang-undang bagi provinsi yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 12 juta jiwa bisa mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi apabila selisihnya mencapai 0,5 persen,” jelasnya.

Yayat menegaskan jika selisih raihan suara antara pemenang nomor 1 dengan 2 selisihnya lebih dari 0,5 persen

. Maka secara otomatis pihak yang keberatan tidak bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Kalau lebih dari 0,5 persen meskipun cuma 0,6 persen paslon yang kalah tidak bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/buku-tentang-tumbuhan-paku/