Linggi Haluan dan Linggi Buritan
By: Date: July 17, 2020 Categories: Otomotif

Linggi Haluan dan Linggi Buritan

Tinggi dan tebal dari linggi haluan dan buritan terdapat pada lampiran. Linggi baling-baling harus sedemikian lebarnya, sehingga disamping untuk tabung buritan masih ada paling sedikit tebal kayu sebesar 20 mm, pada setiap sisi; sedangkan untuk kapal-kapal dengan angka petunjuk L (B/3 + H) diatas 20, tebal kayu paling sedikit harus 25 mm pada setiap sisi. Sambungan-sambungan pada linggi haluan harus dihinsari kecuali sambungan antara linggi haluan dengan lunas.

2.4.3 Kemudi

Setiap kapal harus memiliki sistem kemudi yang menjamin dikendalikannya dengan baik. Garis tengah gagang kemudi dengan 3 batang bantalan dihitung menurut lampiran 7. Letak bantalan tersebut berlaku untuk gagang kemudi seluruhnya. Di tempat pemasangan kendaraan, gagang tersebut boleh dibuat khusus (kira-kira 1 : 10). Bila gagang kemudi mendapat tambahhan momen lengkung, maka harus dibuat kuat atau dipasang lagi bantalan-bantalan tambahan (misal: ring pengikat atau jari-jari).

2.4.4 Gading-Gading

Gading-gading dari baja dan bila perlu dari logam lainnya. Untuk gading-gading lengkung dapat dipergunakan jenis-jenis kayu, dimana urat-uratnya sejalan bentuk gading. Bilamana jenis kayu demikian yang cukup panjang tidak dapat atau susah diddapatkan, maka gading-gading dapat disambung.

Bagi gading-gading tunggal, kedua bagian gading-gading tersebut harus berhimpitan sepanjang kurang 3x tebal gading-gading, atau kedua bagian gading-gading tersebut dilekatkan tumpu antara satu dengan yang lain.  Gading-gading harus terlihat kokoh dan kuat. Begitu juga susunan dan jarak gading-gading tersusun cukup rapi dan sesuai denga ukuran kapal.

2.4.5 Ruang Palka

Hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup palka, yakni: tebal dari sekat-sekat ruang ikan dan sekat-sekat dalam ruang ikan, geladak-geladak ruang ikan, dinding-dinding selubung ruang ikan. Sekat-sekat ruang ikan dibuat dari papan-papan yang dipotong secara radial. Tutup sisi geladak harus terdiri dari kayu keras.

2.5 Tipologi Kapal Purse Seiner

Karakteristik kapal pukat cincin yang mengeksploitasi sumber daya ikan pelagis kecil di perairan Jawa, terutama kapal yang berpangkalan di Pekalongan dan Juwana adalah kapal pukat cincin besar dan sedang, sesuai dengan tipologi kapal pukat cincin yang dikatakan oleh Potier & Sadhotomo (1995). Panayotou (1982) membandingkan perikanan skala kecil dan skala besar (perikanan industri) dengan melihat teknologi yang digunakan, tingkat modal, tenaga kerja yang digunakan dan kepemilikan. Ia lebih lanjut menerangkan bahwa perikanan skala kecil biaya rendah, rendah teknologi, rendah modal, dan kapal dioperasikan sendiri oleh pemilik. Kapal pukat cincin telah menggunakan peralatan dengan tingkat teknologi lebih maju, jarak jangkau ke daerah penangkapan lebih luas sehingga nelayan tinggal di laut berhari-hari. Potier (1998) mengatakan bahwa kapal pukat cincin besar dan sedang termasuk perikanan semi industri.

Gambar .              Kapal pukat cincin tipe kapal kayu

Sumber :

https://weshop.co.id/samsung-luncurkan-galaxy-s8-warna-burgundy-red/