Mengenal Konsep Manchise dan Penggunaan Teknologi OYO Hotels

Mengenal Konsep Manchise dan Penggunaan Teknologi OYO Hotels

Konsep Manchise

Sebagai bagian dari upaya membantu para mitranya meningkatkan okupansi kamar, OYO Hotels yang merupakan startup jaringan hotel asal India mengadopsi model manchise (manajemen dan franchise).

Dalam konsep ini, kualitas, kontrol, dan manajemen dipegang penuh oleh OYO Hotels melalui pengelolaan perhotelan berbasis teknologi.

Menurut Sahabat Lerjo Simbolon selaku Asistant General Manager OYO Indonesia, dengan konsep tersebut semua kamar yang ditangani menerapkan standar yang ditetapkan oleh OYO.

“Dan itu tidak asal-asalan, kemudian tenaganya pun tidak sembarangan. Untuk tim operasional, kami ambil minimum hotel manager bintang tiga,” jelasnya.

Penggunaan Teknologi OYO Hotels

Kemudian dari sisi teknologi yang diusung OYO Hotels diklaim bisa mengatasi persoalan operasional hotel.

Lerjo yang akrab disapa Jojo ini menceritakan berbeda dengan kompetitor, konsumen bisa melakukan komunikasi dengan penyedia kamar dengan cepat dan tak berbelit melalui teknologi yang dikembangkan.

Owner App

Misal Owner App yang memungkinkan pemilik hotel memantau operasional bisnis seperti arus kas, performa bisnis, harga, review pelanggan, dan rekomendasi secara mudah.

OYO mengklaim, aplikasi ini mengurangi 60 persen pertanyaan pemilik hotel terkait operasional. Lalu ada Krypton App atau aplikasi untuk keperluan audit.

Aplikasi ini memungkinkan tim audit OYO mengaudit properti dan menjamin pengalaman tamu sesuai standar.

“Jadi tim operasional memantau langsung kamar-kamar yang bermasalah dan kemudian diinvestigasi langsung untuk segera ditangani masalahnya, sehingga secara kualitas akan terjaga. Semua fasilitas akan terpantau, setiap hari akan dapat informasi tamu komplain, entah itu bad atau good review. Semua benar-benar transparan, tidak seperti hotel konvensional yang hanya ada catatan komplain di selembaran yang rentan manipulatif,” ujar Jojo.

Hal menarik lainnya

selain konsumen yang menilai kualitas hotel atau villa OYO yang mereka huni, tim OYO Hotels juga dapat menilai perlilaku konsumen.

Nantinya penilaian tersebut akan tercatat dalam sistem sehingga pihak OYO Hotels bisa mengidentifikasi tamu yang telah berkunjung, apakah memiliki catatan baik atau buruk.

Jojo menceritakan tak dipungkiri, tamu memiliki pola perilaku yang berbeda, sehingga menjadi catatan penting untuk properti yang mereka miliki terhadap tamu-tamu tersebut.

Country Lead OYO Hotels

“Fungsinya secara tidak langsung bersikap lebih hati-hati terhadap tamu tersebut. Kita akan mendata apakah tamu tersebut pernah berperilaku merusak misalnya, membanting TV, atau mabuk-mabukan menggunakan narkoba. Jelas itu sudah melanggar ketentuan dan mengganggu kenyamanan sekitar, jadi ada semacam black list gitu, tapi itu untuk kasus yang berat saja,” katanya.

Adapun Rishabh Gupta selaku Country Lead OYO Hotels Indonesia menambahkan saat ini ada lebih dari 400 talenta lokal di OYO yang memiliki pemahaman luar biasa terhadap industri hospitality di Indonesia.

“Dan 70 orang dari mereka merupakan tim engineer khusus yang mampu melakukan transformasi hotel dalam kurun waktu 20 hari, serta menghadirkan standar OYO untuk pengalaman berkualitas bagi tamu kami,” jelasnya.

 

Artikel Terkait :