Batu empedu adalah batu yang dibentuk oleh lemak, kolesterol dan limbah lain yang mengeras di kantong empedu. Apa saja gejala batu empedu yang harus diwaspadai?

Batu empedu terbentuk dari zat dan mengeras di kantong empedu. Empedu adalah organ kecil yang terhubung ke hati, terletak di perut kanan atas. Kantung empedu juga merupakan organ yang termasuk dalam sistem pencernaan manusia.

Di dalam empedu, ada cairan coklat kekuningan yang diproduksi oleh hati. Fungsi cairan ini digunakan untuk memecah dan mencerna makanan berlemak dan kolesterol sebelum diproses oleh usus kecil.

Table of Contents

Penyebab batu empedu

Jika cairan dalam kantong empedu habis atau tidak cukup, kolesterol dan lemak yang tidak dapat diproses oleh empedu akan membentuk padatan yang mirip dengan batu.

Berbagai gejala batu empedu yang mungkin Anda alami
Menurut Jordan Knowlton, seorang perawat ahli di Universitas Florida Health Shands Hospital, batu empedu terdiri dari kombinasi garam empedu, kolesterol dan bilirubin.

Awalnya batu-batu itu terbentuk kecil dan sedikit sehingga tidak dapat menyebabkan gejala yang signifikan. Namun demikian, batu empedu menyebabkan berbagai gejala yang tidak menyenangkan jika dibiarkan terus tumbuh.

1. Sepertinya batu di kantong empedu
Gejala yang paling umum dari kondisi ini jelas batu-batu yang ditemukan di kantong empedu. Kehadiran bate dalam empedu dapat diperiksa oleh dokter menggunakan USG atau CT.

Berikut adalah jenis-jenis batu yang bisa ada dalam empedu Anda:

Batu Kolesterol: Jenis batu ini adalah yang paling umum dan disebabkan oleh kolesterol tinggi. Batu kolesterol akan menguning saat dikeluarkan. Batu empedu lebih sering ditemukan pada wanita dengan kelebihan berat badan.
Batu empedu pigmen: batu empedu ini berwarna hitam atau kecoklatan karena akumulasi pigmen dari kalsium bilirubin murni. Masalah kesehatan seperti kerusakan hati dan beberapa kelainan darah dapat menyebabkan hati memproduksi terlalu banyak bilirubin. Batu yang diproduksi oleh pigmen bilirubin sering menjadi tersumbat dan ditemukan dalam empedu yang terinfeksi.
2. Nyeri di perut kanan atas
Gejala batu empedu yang paling umum dan bisa dirasakan adalah rasa sakit di perut kanan atas. Gejala ini juga sering disebut kolik bilier.

Semakin besar batu empedu yang terbentuk di kantong empedu, semakin besar risiko menyebabkan saluran empedu tersumbat. Memblokir batu bisa menyebabkan empedu yang tidak mengalir lancar ke usus kecil. Ini jelas akan menghambat fungsi empedu.

Nah, salah satu efek dari penyumbatan di kandung empedu atau di saluran adalah rasa sakit di perut kanan atas, tepat di posisi empedu. Sakit perut adalah gejala khas batu empedu yang sering muncul di malam hari. Apalagi jika Anda makan porsi besar sebelum tidur.

Gejala kolik bilier biasanya berlangsung dari 30 menit hingga satu jam. Namun, rasa sakit dapat berlanjut beberapa jam kemudian dengan intensitas yang lebih ringan. Sakit perut karena batu empedu juga bisa terus dirasakan sampai Anda tidur lagi.

Tanda-tanda batu empedu sakit perut juga bisa dirasakan di perut kiri. Gejala-gejala ini terjadi ketika batu empedu telah mencapai jalur ke pankreas. Pankreas berfungsi menghasilkan cairan yang digunakan sistem pencernaan untuk memproses makanan.

3. Mual dan muntah
Kehadiran batu dapat menyebabkan sedikit peradangan pada empedu. Dalam kasus peradangan kronis, kandung empedu cenderung menyebabkan jaringan parut dan kekakuan. Efeknya dapat menyebabkan muntah, mual di perut, bengkak setelah makan dan diare kronis.

Gejala mual dan muntah saat didiagnosis batu empedu umumnya juga sering terjadi pada kondisi pankreatitis (radang pankreas).

Tanda-tanda batu empedu telah menyebabkan komplikasi
Kehadiran penyumbatan karena batu empedu dapat menyebabkan komplikasi yang disebut batu empedu kalkulus. Gejalanya mirip dengan infeksi kandung empedu (kolesistitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu. Gejala batu empedu yang sudah menjadi komplikasi termasuk:

suhu
Demam adalah gejala batu empedu yang telah menginfeksi kandung empedu (kolesistitis) atau saluran empedu (kolangitis).

Demam juga dapat terjadi jika terjadi pecahnya empedu, adanya gangren (jaringan mati) atau hingga munculnya infeksi dalam aliran darah (sepsis).

Ketika batu empedu menyebabkan blok besar untuk menghentikan aliran enzim pankreas, enzim pankreas dapat mengalir kembali ke pankreas. Ini selanjutnya dapat menyebabkan peradangan pankreas (pankreatitis) yang juga dapat menyebabkan demam.

Baca juga :