Program wakaf 1 juta kitab sabet penghargaan Malaysia

Program wakaf 1 juta kitab sabet penghargaan Malaysia

Program wakaf 1 juta kitab sabet penghargaan Malaysia

Program wakaf satu juta kitab untuk pesantren yang digagas Yayasan Anugerah Mulia Bakti (AMB)

berhasil meraih penghargaan World Marketing Summit (WSM) Malaysia 2013.

Penghargaan bergengsi itu dianugerahkan dalam acara The Golden Globe Tiger Night 2013. Acara yang diikuti 600 delegasi dari 63 negara, di Putrajaya International Convention Center, Putrajaya, Malaysia.

Selain menerima penghargaan World Marketing Summit (WSM) Malaysia 2013, pendiri Yayasan AMB Imam Mustapha Kamal yang mengagas program itu juga meraih CSR Excellence & Leadership Award 2013 untuk kategori CSR Leadership Award.

Alhamdulillah kami berhasil merebut anugerah penghargaan itu,” kata Pendiri Yayasan AMB Imam

Mustapha Kamal, dalam pesan elektroniknya, Selasa (1/10/2013).

Ditambahkan dia, dalam program tersebut, AMB menggandeng perusahaan, lembaga, dan donatur di dalam dan luar negeri. Usaha tersebut membuahkan hasil, dan mendapatkan banyak dukungan.

“Luar biasa, program tersebut direspon berbagai kalangan dari berbagai organisasi dan lembaga

. Kitab yang akan diwakafkan berjudul Audhah al-Manahij fi Mujam Qawaid al-Lughah al-Arabiyah,” terangnya.

Program itu, katanya juga mendapat respons positif saat CSR Summit 2013 di Dubai, Uni Emirat Arab. Di Indonesia, katanya, sedikitnya terdapat 25.785 pesantren. Sebagian besar pondokan itu, adalah pesantren tradisional.

“Para santri yang belajar di ponpes tradisional ini umumnya berasal dari masyarakat kurang mampu. Melalui program wakaf 1 juta kitab diharapkan, para santri dari kalangan kurang mampu bisa memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan,” cetusnya.

Pendiri World CSR Day Bathia mengakui Imam Mustapha Kamal merupakan satu-satunya orang Indonesia yang mendapat penghargaan CSR Excellence & Leadership Award 2013.

Bathia mengungkapkan, ke-11 nama yang mendapat CSR Excellence & Leadership Award 2013 itu merupakan hasil riset yang dilakukan tim profesional. Mereka terdiri dari ahli manajemen, dan organisasi.

“Kami memilih orang-orang yang terbaik dari yang terbaik dari seluruh negara di dunia,” tutur Bathia.

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2