Rangkaian Kegiatan dalam Rangka Revitalisasi SMKN 3 Bandung

Rangkaian Kegiatan dalam Rangka Revitalisasi SMKN 3 Bandung

Rangkaian Kegiatan dalam Rangka Revitalisasi SMKN 3 Bandung

SMK Negeri 3 Bandung terpilih  menjadi salah satu SMK Revitalisasi dari 219 SMK lainnya di Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut, SMK Negeri 3 Bandung mengadakan Workshop Penyelarasan Kurikulum Kejuruan pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran untuk Mewujudkan Kurikulum yang Link & Match dengan Industri.Acara dilaksanakan pada Rabu, 3 Oktober 2018 di Harris Hotel Bandung, Jalan Peta, Bojongloa Kaler,  Kota Bandung.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Bandung, Euis Purnama berharap, dengan terselenggaranya acara ini, SMK dapat menggandeng aliasi agar sama-sama memajukan keahlian bisnis. Selain kemampuan dan kompetensi keahliannya ditingkatkan, hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan prilaku dan karakter siswa.

“Dengan kegiatan ini saya harap bisa menghasilkan kurikulum yang revesentatif yang dapat dilaksanakan di sekolah masing-masing dan sebagai bahan acuan dalam mengantisipasi era revolusi industri 4.0,” ujar Eius saat memberikan sambutan workshop tersebut.

Hal ini dibenarkan Ketua Kopetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 3 Bandung,

Dewi Triana. Dewi mengatakan, workshop ini dihadiri oleh pihak industri, tujuannya untuk melaraskan kurikulum yang dimiliki SMK dengan kurikulum yang dimiliki industri.

“Kitakan punya kurikulum, kita selaraskan dengan yang industri sudah buat untuk kami. Industri yang kami undang merupakan industri yang dari awal sudah menjalin kerjasama dengan sekolah sejak lama,” ujar Dewi di sela-sela workshop.

Dewi mengatakan ini kali keempat workshop yang telah diadakan SMK Negeri 3. Sebelumnya telah diadakan berbagai rangkaian workshop, mulai dari workshoppersiapan,workshoppemetaan industrinya sendiri, workshoppembuatan instruksi kerja dan yang keempat ini workshoppelarasaan kurikulum.

“Nanti setelah ini kami akan melaksanakan sederetan program kegiatan sesuai dengan RPD

yang sudah kami buat. Selanjutnya kami akan menyelenggarakan lagi workshop untuk pelatihn kewirausahaan bagi siswa dan gurunya. Karena ini terkait dengan SMK pencetak wirausaha. Kami akan mengadakan wokshop realisasi produk yang akan diluncurkan oleh SMK,” ujar Dewi.

Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah meluncurkan produk-produk unggulan yang mencirikan budaya lokal. Produk yang dibuat siswa akan dilombakan dalam bazar yang akan diadakan oleh sekolah.  Kriteria yang diperlombakan adalah stand terbaik, produk unggulan terbaik dan yang terakhir adalah omset tertinggi.

“Kami bentuk 20 kelompok, masing-masing kelompok memiliki pembimbing yaitu guru satu

orang dan dari industri satu orang. Nantinya mereka membuat proposal dan akan dibantu dananya oleh industri yang sudah kerjasama dengan kita tadi,” ujar Dewi menjelaskan.***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/sejarah-lahirnya-pramuka/