Sampah Harus Dipilah dan Berakhir di Sumbernya

Sampah Harus Dipilah dan Berakhir di Sumbernya

Sampah Harus Dipilah dan Berakhir di Sumbernya

Sampah harus dipilah dan berhenti di sumber. Dengan demikian, sampah tidak akan menjadi limbah untuk lingkungan, melainkan menjadi sesatu yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar jika diolah kembali dengan cara yang benar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dedy Dharmawan dalam kegiatan pemilihan dan pengolahan sampah berkelanjutan yang bekerja sama dengan SMAN 15 Bandung, Kamis, 4 Oktober 2018. Ia menuturkan, program pemilahan sampah ini berlandaskan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres)  nomor 97 tahun 2017 tentang ‘Kebijakan dan Strategi Nasional Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga’. “Kita tidak perlu berdebat terlalu panjang mengenai pemecahan masalah seputar sampah. Intinya, sedari sekarang kita mulai melakukan pemilahan sampah,” ucap Dedy.

Bukan tanpa alasan Dedy berkata demikian. Ia menjelaskan, pengolaha

n sampah untuk didaur ulang akan berjalan lebih mudah jika sampah sudah dipilah antara yang organik dan nonorganik sejak di akar rumput sumber penghasil sampah, seperti rumah tangga dan lingkungan lainnya.

Setelah melakukan pemilahan sampah, ia menegaskan yang harus dilakukan setelahnya adalah sebisa mungkin membuat sampah berhenti di sumbernya. “Jadi sampah itu harus berhenti, enggak cukup di buang pada tempatnya, namun harus diolah saat itu juga agar dia habis,” katanya.

Hal itulah yang disosialisikan kepada masyarakat sekitar. Bekerjasama

dengan SMAN 15 Bandung, DLHK Kota Bandung dan Sekolah melakukan sosioliasi pentingnya memilah dan mengolah sampah di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.

Masih menurut Dedy, ada banyak cara untuk mengolah sampah agar bermanfaat agar sampah tak berakhir menjadi limbah.  Ada banyak teknik pengolahaan sampah yang tidak memerlukan biaya banyak. Pertama, jika itu sampah organik, kita bisa jadikan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Sudah dibuktikan lewat penelitian bahwa pupuk kompos adalah salah satu pupuk unggul.

Kemudian untuk sampah anorganik, beberapa jenisnya sudah dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan. “Nah sedangkan yang residunya, ampas dari sampah anorganik tersebut kita bisa olah denbgan alat pirolisi untuk dibuah menjadi minyak serta bisa juga diubah menjadi briket, sumber bahan bakar,” tutur Dedy.

Inisiatif

Dedy pun mengapresiasi SMAN 15 Bandung yang memiliki inisiatif untuk peduli lingkungan

, khususnya dalam pengolahan sampah. “SMAN 15 punya inisiatif, itu yang bagus. Mereka mengajak kami untuk bekerjasama untuk melakukan pengolahan sampah agar tidak menjadi limbah. Kita apresiasi itu,” katanya mengimbuhkan.

Hal tersebut pun diamini oleh Kepala Sekolah SMAN 15 Bandung, Hatta Saputra. Ia mengatakan, sekolah yang meraih gelar adiwiyata tahun 2012 tersebut selalu konsisten dalam proses melestarikan lingkungan. “Kita selalu konsen terhadap pelestarian lingkungan. Dan lewat kegiatan ini, kita ingin mensosialisakan terhadap lingkungan sekolah dan sekitar bahwa “Karena sampah itu enggak harus dibuang, tapi diolah dan didaur ulang sebaik-baiknya agar menjadi barang yang bermanfaat,” ucap Hatta.***

 

Baca Juga :