Sekolah di Atas Bukit Thukal, Medan Berat Tak Jadi Penghalang

Sekolah di Atas Bukit Thukal, Medan Berat Tak Jadi Penghalang

Sekolah di Atas Bukit Thukal, Medan Berat Tak Jadi Penghalang

Antusiasme dan militansi para guru untuk memberikan pembelajaran terbaik

menjadi inspirasi dan motivasi yang kuat bagi peserta didik. Nurul Hidayadi, salah seorang guru, menyatakan bahwa dia sempat gulung kuming dan terjerembap dalam petak sawah ketika berangkat mengajar. ”Saya terjatuh dari motor. Laptop saya rusak karena tercelup air sawah,” ungkapnya. Namun, hal tersebut tak membuat surut semangatnya dalam mengajar.

Jalan menuju SD Negeri 2 Pekalongan sangat berat. Sekolah itu berada di atas bukit di ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut. Siswa maupun guru harus melewati jalan konstruksi cor selebar 3 meter. Di sebelah kiri, terdapat hutan yang dihuni kawanan kera. Di sebelah kanan, ada persawahan yang terlihat menghijau. Mata terasa segar ketika memandangnya.

Selepas hutan, jalan menyempit dan berkelok. Lebar jalan hanya mencapai 30 sentimeter

dengan tanjakan 50 derajat. Di kanan dan kiri, terdapat persawahan. Pengendara harus lihai agar tidak tercebur ke persawahan. Dari kaki bukit, rumah penduduk terdekat menuju sekolah melalui jalur normal berjarak 2 kilometer. Namun, siswa di SD Negeri 2 Pekalongan memiliki jalan pintas sendiri. ”Kami jalan kaki punya jalur sendiri. Lewat sawah-sawah,” kata Dian Istiqomah.

Suatu perjuangan berat. Tapi, bagi sebelas siswa, kondisi geografis

yang repot tersebut tidak menjadi halangan untuk sekolah. ”Saya senang sekolah di sini,” kata Iir, lantas tersenyum. Berada di SDN 2 Pekalongan terasa begitu nyaman. Udaranya bersih. Ketika memandang ke sekeliling, di bawahnya, terdapat hamparan hijau yang membuat mata langsung fresh.

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/definition-of-text-review-and-examples/965580