Sikap Toleransi dalam Lingkungan Masyarakat terhadap Keragaman

Sikap Toleransi dalam Lingkungan Masyarakat terhadap Keragaman

Sikap Toleransi dalam Lingkungan Masyarakat terhadap Keragaman

Sikap toleransi dalam masyarakat terhadap keragaman dapat dilaksanakan dalam berbagai lingkungan. Berikut ini uraiannya;

1. Lingkungan sekolah

Sama halnya dengan kehidupan keluarga, kehidupan sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi itu sangat dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai.
Contoh-contoh sikap toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain; (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)
  • Mematuhi tata tertib sekolah
  • Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor/menyinggung perasaan orang lain
  • Saling menyayangi & menghormati sesama pelajar.

 

2. Lingkungan masyarakat

Perlu diketahui bahwa terjadinya peristiwa seperti tawuran antarpelajar, tawuran antarwarga, peristiwa/pertikaian antaragama & antaretnis dll. Peristiwa-peristiwa itu merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Berikut ini, sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat;
  • Tidak membeda-bedakan suku, ras maupun golongan
  • Adanya sikap saling menghormati & menghargai antara pemeluk agama

 

3. Lingkungan Berbangsa & Bernegara

Kehidupan berbangsa & bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalam terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama & penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Tetapi perbedaan-perbedaan kehidupan itu menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa & negara Indonesia. Oleh sebab itu, kehidupan berbangsa & bernegara perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintergrasi bangsa.
Toleransi dalam kehidupan berbangsa & bernegara antara lain;
  • Mengakui & menghargai HAM
  • Merasa senasib sepenanggungan
  • Menciptakan persatuan & kesatuan, rasa kebangsaan/nasionalisme.
Semua manusia pada dasarnya sama, yang membeda-bedakan terhadap sesama manusia karena warna kulit/bentuk fisik lainnya adalah sebuah kesalahan. Tuhan menciptakan manusia berbeda & beragam, perbedaan itu adalah anugerah yang harus disyukuri. Perbedaan kita dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita/kita lebih baik dari orang lain. Baik & buruknya penilaian orang lain kepada kita bukan karena warna kulit, rupa wajah, & bentuk tubuh melainkan karena baik & buruknya dalam berperilaku. Oleh sebab itu, sebaiknya kita berperilaku baik kepada semua orang tanpa memandang berbagai perbedaan itu.