Solusi Rendahnya Literasi Dana Pensiun
By: Date: February 3, 2020 Categories: Pendidikan
Solusi Rendahnya Literasi Dana Pensiun

Solusi Rendahnya Literasi Dana Pensiun

Solusi Rendahnya Literasi Dana Pensiun

Solusi Rendahnya Literasi Dana Pensiun

Begini hitungannya. Bila kita punya gaji Rp 10 juta per bulan dan “dimakan”

habis setiap bulan. Sementara cepat atau lambat, usia 55 tahun kita akan pensiun. Sementara usia harapan hidup orang Indonesia sekarang adalah 72 tahun. Maka, teorinya kita masih akan hidup 17 tahun lagi setelah pensiun.

Nah, berapa uang diperlukan selama pensiun?

Bila dihitung sederhana, maka uang yang dibutuhkan selama masa pensiun sekitar Rp. 2.040.000.000.
Dua miliar lebih dibutuhkan dana selagi pensiun. Sementara gaji sudah tidak terima lagi. Terus, dari mana uang untuk biaya hidup itu diperoleh?

Itulah urgensi literasi dana pensiun

. Agar paham dan bisa memampukan diri di masa pensiun. Tiap pekerja, tiap perusahaan harus literat soal dana pensiun. Karena hari ini, banyak pekerja ingin sejahtera di masa pensiun. Tapi sayang, mereka tidak tahu dan tidak paham pentingnya program pensiun. Justru “hanyut” terbuai gaya hidup; berjiwa konsumtif dan berperilaku hedonis.
Literasi dana pensiun pekerja di Indonesia memang masih rendah. Karena faktanya, salah satu riset menyebutkan “9 dari 10 orang Indonesia sama sekali tidak siap untuk pensiun; merasa khawatir akan masa pensiunnya”. Dan kondisi itu terjadi pada orang-orang yang sedang bekerja dan memiliki penghasilan tetap per bulan.

 

Baca Juga :