Tanggung jawab konselor sekolah
By: Date: July 15, 2020 Categories: Kesehatan

Tanggung jawab konselor sekolah

Tenaga inti dalam bidang pelayan bimbingan dan konseling ialah konselor. Konselor inlah yang mengendalikan dan sekaligus melaksanakan berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya itu konselor menjadi “pelayan” bagi pencapaian tujuan Pendidikan secara menyeluruh,khususnya bagi terpenuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan-tujuan perkembangan masing-masing peserta didik. Dalam kaitannya dengan tujuan yang luas itu, konselor tidak hanya berhubungan dengan peserta didik atau siswa saja ( sebagai sarana utama layanan), melainkan juga dengan berbagai pihak yang dapat secara bersama-sama menunjang pencapaian tujuan itu, yaitu sejawat ( sesama konselor, guru, dan personal sekolah lainnya), orang tua dan masyarakat pada umumya. Kepada merekalah konselor menjadi “pelayan” dan tanggung jawab dalam arti penuh dengan kehormatan, dedikasi dan keprofesionalan.)

2. Pelayanan bimbingan dan konseling di luar sekolah

a. Bimbingan dan konseling keluarga
Bimbingan dan konseling keluarga, menrut palmo, dkk., sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Dikatakan, pelayanan tersebut telah dimulai sejak pertengahan tahun 1940-an dan sejak tahun 1980-an pelayanan yang menangani permasalahan dalam keluarga itu tamak berkembang dengan cepat. Pelayanan tersebut ditujukan kepada  seluruh anggota keluarga yang memerlukannya. Segenap fungsi, jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya dapat diterapkan dengan memperhatikan kesesuaian dengan masing-masing kerakteristik anggota keluarga yang memerlukan pelayanan itu. Khusus untuk anggota keluarga yang masih duduk dibangku Pendidikan formal, peranan konselor sekolah amat besar.
b. Bimbingan dan konseling dalam lingkungan yang lebih luas.
Pelayanan bimbingan dan lonseling yang menjangkau daerah kerja yanglebih luas itu perlu diselenggerakan oleh konselor yang bersifat multidimensional (chiles & eiken, 1983), yaitu yang mampu bekerja sama selain dengan guu, administrator, dan orang tua, juga dengan berbagai komponen dan Lembaga di masyarakat secara lebih luas. Konselor seperti itu bekerja dengan masalah-masalah personal. Emosional, social, Pendidikan, dan pekerjaan, yang kesemuanya itu untuk mencegah timbulnya masalah, pengentasan masalah, dan menunjang perkembangan individu anggota masyarakat.
D. Jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling
Menurut Sukardi (2008: 60), ada sejumlah layanan dalam bimbingan dan konseling di sekolah diantaranya sebagai berikut :
1. Layanan orientasi
Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dana tau seseorang terhadap lingkungan yang dimasukinya.
Layanan orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik dan pihak – pihak lain yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap peserta didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru ini.
Materi kegiatan layanan orientasi menyangkut:
a. Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah.
b. Peraturan dan hak – hak serta kewajiban siswa.
c. Organisasi dan wadah – wadah yang dapat membantu dan meningkatka hubungan soaial siswa.
d. Kurikulum dengan seluruh aspek – aspeknya.
e. Peranan kegiatan bimbingan karier.
f. Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa.

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/xiaomi-mi-a1-dapat-fast-charging-di-android-oreo-beta/