A. Tingkat desentralisasi

Abdul Wahab (1994) menjelaskan tingkat desentralisasi sebagai berikut:

1) Desentralisasi, pada dasarnya bentuk desentralisasi yang tidak terlalu luas, hanyalah pergeseran beban kerja dari kantor pusat departemen ke pejabat staf tanpa wewenang untuk memutuskan bagaimana menjalankan fungsi yang ditugaskan kepadanya. Ini berarti bahwa pejabat staf tidak diberikan hal-hal dan wewenang dalam perencanaan atau pembiayaan dan hanya kewajiban dan tanggung jawab terhadap pejabat tingkat tinggi.

2) Delegasi, bentuk lain dari desentralisasi adalah pendelegasian wewenang pengambilan keputusan dan manajemen untuk melaksanakan fungsi publik tertentu dan hanya dikendalikan oleh departemen pusat.

3) Devolusi, desentralisasi politiklah yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

-Dijamin otonomi penuh dan kebebasan tertentu untuk pemerintah daerah dan kontrol yang relatif buruk
-Pemerintah daerah harus memiliki wilayah dan otoritas hukum yang jelas dan memiliki hak untuk menjalankan wewenang dalam menjalankan fungsi publik dan politik atau pemerintahan
-Pemerintah daerah harus memiliki status dan kekuasaan perusahaan yang memadai untuk mengeksplorasi sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan semua fungsinya
-Perlu mengembangkan pemerintah daerah sebagai institusi, dalam arti akan disiapkan oleh masyarakat di daerah sebagai organisasi yang menyediakan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, serta unit pemerintah di mana mereka memiliki hak untuk mempengaruhi keputusan mereka
-Hubungan yang saling menguntungkan dan koordinasi yang efektif antara pusat dan daerah.

Dari berbagai definisi ini, dapat disimpulkan bahwa prinsip desentralisasi adalah pendelegasian atau pengalihan wewenang dari pemerintah pusat (pemerintah pusat) ke unit-unit pemerintah yang mendasari untuk mengelola urusan domestik mereka sendiri.

B. Manfaat desentralisasi

Banyak manfaat dapat diambil dari kebijakan desentralisasi, karena beberapa ahli mengklaim sebagai berikut:
Rondinelli (1981) menjelaskan bahwa beberapa keunggulan desentralisasi meliputi:

*Desentralisasi adalah cara untuk mengurangi serangkaian “birokrasi” dan prosedur yang terlalu kaku, yang biasanya merupakan fitur perencanaan dan manajemen di negara-negara berkembang, karena konsentrasi kekuasaan, wewenang dan sumber daya yang berlebihan pada pemerintah pusat.

*Desentralisasi akan memungkinkan penetrasi politik dan administrasi kebijakan pemerintah pusat / pusat di daerah-daerah terpencil / terpencil, di mana rencana pemerintah pusat sering tidak diketahui dan diabaikan oleh penduduk desa atau dilemahkan oleh elit lokal dan seringkali dukungan untuk rencana pembangunan nasional sangat buruk.

*Desentralisasi memungkinkan representasi berbagai kelompok politik, agama, etnis / etnis dalam proses pengambilan keputusan tentang pembangunan, sehingga memberikan peluang bagi terciptanya keadilan dari alokasi sumber daya dan investasi publik.

Sumber : rumusguru.com