Unair Bersama Media Galakkan UMKM
By: Date: November 22, 2019 Categories: Pendidikan
Unair Bersama Media Galakkan UMKM

Unair Bersama Media Galakkan UMKM

Unair Bersama Media Galakkan UMKM

Unair Bersama Media Galakkan UMKM

Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari besok,

Universitas Airlangga (Unair) bersama salah satu Stasiun Televisi Negara menggelar talkshow.

Talkshow interaktif yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen itu berlangsung Kamis (7/2/2019), bertempat di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Talkshow interaktif itu membahas mengenai peran media dalam mengembangkan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rektor UNAIR menganggap sebagai peran media sangat penting dan memiliki tanggungjawab melakukan edukasi, salah satunya perihal UMKM.

Takshow interaktif menghadirkan tiga pembicara: Rektor UNAIR Prof Moh Nasih

, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis, dan dosen sekaligus pengamat media Yayan Sakti Suryandaru. Rektor UNAIR Prof Moh Nasih memulai pembahasan perihal televisi sebagai media pendidikan yang paling besar di Indonesia. Menurutnya, televisi menjadi media paling powefull kareda dapat mempengaruhi jutaan masyarakat setiap harinya.

“TV punya peran sangat besar. Modal bagi UMKM, modal bagi perguruan tinggi, modal bagi usaha yang dilakukan mahasiswa. Sebab ada ratusan karya mahasiswa yang punya andil dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, teknologi, dan sebagainya,” terang Rektor.

Rektor mengatakan bahwa saat ini UNAIR sedang menyiapkan generasi

yang akan mampu menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kita dorong terus kepada mahasiswa, dimana dalam aspek inovasi, hasil penelitian dosen dan mahasiswa akan menghasilkan produk yang bisa menjadi solusi segala permasalahan di masyarakat,” terang Rektor.

Yuliandre Darwis atau yang akrab disapa Andre mengungkapnya beberapa pendapatnya terkait kondisi media di Indonesia saat ini KPI mengawasi 1500 radio, 300 televisi lembaga penyiaran berlangganan, dan 800 lembaga penyiaran TV lokal. Salah satu fungsi media sebagai perekat ekonomi dan budaya termasuk UMKM, saat ini yang tidak pernah tersentuh.

“Kami melihat banyak media yang memang agak sepi dalam hal edukasi tentang UMKM. Yang muncul adalah komersil atau yang biasa disebut dengan iklan. Mestinya, bagaimana sebuah program menjadi edukasi, mungkin bisa dikemas oleh mahasiswa dengan kreativitasnya. Sehingga UMKM bisa naik level,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/